Perkembangan teknologi  saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan guru untuk tidak kehilangan momen berbagi pengetahuan dengan anak didiknya. Tsunami informasi perlu disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan perbenturan negatif di kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan filter atau semacam daya saring guna mengantisipasi efek negatif membanjirnya era gadget dan informasi. “Anak muda zaman sekarang masih membutuhkan figur yang dapat memotivasi minat mereka dalam aktifitas membaca dan menulis. Figur yang paling mengena bagi mereka adalah guru,” demikian disampaikan oleh R. Kusdaryoko selaku pendidik dan Kepala Perpustakaan di MAN 2 Banjarnegara.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa seorang guru harus memberi teladan dengan menumbuhkan minat diri yang sungguh-sungguh dalam aktivitas membaca dan menulis atau literasi serta mampu menunjukkan manfaat yang dapat diambil dari aktivitas tersebut.

Ditanya lebih jauh tentang apa usaha yang dilakukan oleh seorang guru, pria yang akrab dengan panggilan Yoko ini menyebutkan bahwa pada saat mengajar, guru berusaha mengaitkan materi pelajaran dengan kisah-kisah hikmah yang ada dalam buku atau menunjukkan referensi yang relevan dengan materi, serta menyampaikan gambaran sekilas tentang isi buku.

 “Selain itu, alangkah lebih efektif jika guru dapat menunjukkan hasil karya pribadi guru, baik fiksi maupun nonfiksi,”  sambung pria kelahiran 1969 ini mantap. (gat)


Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog